Langsung ke konten utama

Jatuh Cinta Begini?

Jatuh dan cinta. Bahagia  dan kecewa. Sakit dan sehat. Setiap orang pasti pernah melewati fase ini di dalam hidup nya, kadang satu paket, kadang juga terpisah.

Tapi siapa sangka saat kamu sedang jatuh, cinta itu datang menghampiri. Entah, harus senang atau bahkan biasa saja. Tapi, saat itu aku mengacuhkan.

Putus cinta. Fase dimana kita harus bisa merelakan fase dimana yang tak di inginkan oleh orang yang mencinta. Aku tak.mengingin kan ini, namun semesta berkata lain.

Cinta itu datang  setelah aku merasa hancur. Dia, yang selalu menghibur ku, yang selalu mengajaku melihat dunia kalau cinta tak berhenti sampai di sini saja.

Cinta ini tumbuh, mulai ada di antara kita berdua. Aku mulai lupa dengan kehancuran di hati ku, karna kamu yang telah mengubahnya.

Satu bulan, dua bulan dan…..

siapa sangka, orang yang mengubah rasa sakit ini tiba tiba mengacuhkan ku. menjauh dari tatapan ku. seperti tak ingin menoleh ke arah ku lagi.

Aku tak mengerti, seperti ini kah cinta? yang aku tahu setelah saling mencintai dan dicintai semakin ada hubungan erat di antara kedua nya. Tapi, kenapa yang aku rasa kan ini berbeda?. Kalau cinta, kenapa harus sesakit ini?.

Dua kali. Aku merasakan

sakit disaat yang bersamaan, ketika gagal dengan cinta yang lalu dan di gagal kan lagi dengan cinta yang baru ini. Tak ada yang ingin merasakan jatuh di saat yang bersamaan. Cinta yang aku kira akan lebih lama dari yang aku bayangkan, namun cinta itu kandas karna dia memilih cinta yang sudah ia pasti kan. Yang akan dia putus kan di depan orang banyak, di depan meja penghulu.

Hingga kini, aku masih mengingat tawa nya, mengingat tatapan nya, mengingat rangkulan nya dan mengingat setiap kata cinta yang dia keluar kan. Nyata kah kata – kata cinta itu? Tidak, itu hanya sandiwara yang dia lakukan untuk menghilangkan rasa sakit hati ku dengan cinta yang lalu.

Aku tak menyangka begitu hebat nya akting yang dia lakukan selama ini, tak terlihat sepeti skenario yang dia buat. Aku hanya melihat ketulusan dari setiap kata kata yang dia keluarkan.

Terimakasih, cinta telah menipu ku. Aku harap suatu hari nanti cinta itu yang akan menipu mu. Mungkin ini menjadi doa terjahat ku untuk orang seperti mu.

People changed. Feelings changed. But, Memories don’t.

Boleh saja banyak orang berubah. Perasaan berubah. Namun ingatan, tak akan merubah rasa ku untuk mu. Untuk cinta yang singkat ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hai kamu!

hai... kupinjam dirimu sebagai baan inspirasiku menulis. berawal dari ketidaksengajaan aku memperhatikanmu ketika sedang duduk dimasjid dengan beberapa teman perempuanmu. aku hanya terfokus menatapmu. aku mengenalnya. tak lama kemuadian hatiku berbicara 'dia ganteng ya,?' sejak itu aku jadi sering bertemu denganmu entah dikeadaan sengaja atau tidak dan sampai tiba waktunya aku merasa.. sudah lama juga ya aku memperhatikanmu . aku yakin semua orang mengenalmu dan mungkin kurang dari setengahnya yg memperhatikanmu seperti aku. aku yg selalu menatapmu dalam diam dan tersembunyi, bukan karna aku takut, tapi aku terlalu takut untuk sekedar menatapmu lalu menyapa 'hai', aaahh itu bukan diriku. aku seperti terpesona dengan sosok dirimu, caramu berbicara, caramu berjalan, caramu melamun, caramu bergaul. entah aku selalu menganggap kamu itu menarik untuk ku perhatikan. yaa aku berfikiran kalau kamu mengenalku, 'iya mengenalku sesaat'. jelas saja! dia ta...